Kamis, 20 Januari 2011

FREE WAY KALTIM

Salam lestari…
     Saudara-saudari Pecinta Alam mungkin masih ingat dengan rencana pemerintah untuk membangun jalan bebas hambatan atau free way atau jalan tol yang nantinya akan menghubungkan 3 kota besar di Kalimantan Timur yaitu Balikpapan-Samarinda-Bontang, akhirnya telah resmi dilaksanakan dengan peletakan batu pertama oleh gubernur Kalimantan Timur Awang Farok Ishak pada awal tahun 2011 kemarin...
APAKAH SAUDARA-SAUDARI PECINTA ALAM SENANG DENGAN ADANYA HAL TERSEBUT…???
     Diluar senang dan tidak senang dengan pembangunan free way tersebut sudah sepatutnya kita sebagai pecinta alam atau pemerhati lingkungan turut serta memperhatikan dampak positif dan negative terhadap lingkungan hidup sekitarnya
     Belum lagi tuntas masalah penambangan yang terjadi disebuah tempat yang seharusnya menjadi hutan lindung dan hutan pendidikan yaitu hutan “Bukit Soeharto”, kali ini para penculik kelestarian alam kembali berulah dengan mencanangkan rencana pencurian kelestarian dan keindahan hutan bukit soeharto dengan menebang dan menghancurkan ratusan hektar hutan lindung untuk dijadikan sebuah jalan yang berorientasi pada “how to build a perfect business” demi meraup keuntungan yang besar semata tanpa peduli akan keelokan dan keindahan serta kesejukan hutan bukit soeharto…
     KM 13 Balikpapan, akan menjadi sebuah pintu untuk hilangnya sejuknya hutan bukit soeharto ketika kita melewatinya, tentunya hal tersebut akan merugikan bagi kita semua, tidak usah kita bicara mengenai flora & fauna yang akan hilang karenanya baik itu beruang madu, burung enggang dan orang utan yang sudah hampir punah.  Aspek lain yang berdampak langsung kepada manusia adalah kesehatan masyarakat sekitar, bukit soeharto yang dikenal mempunyai udara yang bersih dan sejuk untuk beberapa tahun kedepan tentu akan hilang karena adanya pembangunan free way yang menghabiskan uang rakyat dari APBN & APBD sekitar 5,9 triliun rupiah…
     Sebagai pecinta alam, apa yang bisa kita lakukan..?, tentunya bukan hal yang bertandensi “memperbaiki lingkungan” tapi bagaimana cara kita agar sebuah perbaikan itu tidak dibutuhkan karena tidak adanya pengrusakan lingkungan yaitu dengan bersama-sama kita mencegah hal-hal yang bisa menyebabkan kerusakan lingkungan….
     Bagaimana cara melakukannya?, tentu hal itu yang ada dibenak pikiran saudara-saudari.  Apakah dengan camping, flying camp, menjelajahi bukit soeharto atau yang lainnya?, apapun itu marilah kita bersama-sama kembali mengingat kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”, so mari kita kenal apapun itu yang akan kita sayangi, tentunya dengan cara-cara yang sudah saudara-saudari pertimbangkan dengan lembaganya masing-masing.
DENGAN TEGAS KAMI SEBAGAI PECINTA ALAM MENENTANG KERAS SEGALA BENTUK PENGRUSAKAN LINGKUNGAN APAPUN ALASANNYA, KAMI TIDAK MAU JANJI PERBAIKAN LINGKUNGAN TAPI KAMI BUTUH JANJI PENJAGAAN ASET KAMI PECINTA ALAM YIATU “LINGKUNGAN HIDUP ASRI”.
Salam lestari...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar